| Peraturan Pemerintah |
34 |
1996 |
Bea Masuk Antidumping dan Bea Masuk Imbalan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
31 |
1996 |
Pembentukan Kota Administratif Sorong. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
32 |
1996 |
Tenaga Kesehatan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
30 |
1996 |
Pembentukan 8 (Delapan) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Selatan, Flores Timur dan Manggarai Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
29 |
1996 |
Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
28 |
1996 |
Pengelolaan dan Investasi Dana Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
24 |
1996 |
Pengenaan Sanksi Administrasi di Bidang Cukai. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
25 |
1996 |
Izin Pengusaha Barang Kena Cukai. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
26 |
1996 |
Obligasi Perusahaan UMUM (PERUM) Pegadaian. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
27 |
1996 |
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 Tentang Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
23 |
1996 |
Pengenaan Penindakan di Bidang Cukai. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
21 |
1996 |
Penindakan di Bidang Kepabeanan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
22 |
1996 |
Pengenaan Sanksi Administrasi Kepabeanan. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
20 |
1996 |
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 50 TAhun 1994 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Atas Barang Mewah Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994. |
Detail |
| Peraturan Pemerintah |
19 |
1996 |
Peleburan Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan XXVIII, Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan XXXII dan Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bina Mulya Ternak Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara XIV. |
Detail |